
BUMDes Argaloka - Membangun Desa Sanggang Mandiri & Sejahtera
Pusat informasi dan promosi BUMDes Argaloka yang menghadirkan potensi desa, produk UMKM, wisata, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat Desa Sanggang
Tentang Kami
BUMDes Argaloka merupakan Badan Usaha Milik Desa yang berlokasi di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. BUMDes ini berkomitmen mengelola potensi desa melalui berbagai unit usaha untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

unit usaha

ARGALOKA NIAGA
Brilink
FotoCopy
Sanggang Mart
Penyewaan Molen

ARGALOKA Farm
Green House Melon
Omah Jamur
Omah Semai
Ayam Petelur
Kebun Sayur
Pelatihan Pertanian Terpadu

ARGALOKA CAFE DAN RESTO
Snack
Catering
Cafe Dan Resto
Pojok UMKM Desa

ARGALOKA TOURISM/WISATA
Edukasi Petik Melon
Edukasi Jamur Tiram
Edukasi Petik Sayur
Paket Wisata
Profil Singkat

BUMDes Argaloka merupakan Badan Usaha Milik Desa yang berlokasi di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Berdiri sejak 2020, BUMDes Argaloka berkomitmen mengelola potensi desa untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Bidang usaha yang dikembangkan meliputi pertanian, penyewaan, perdagangan, jasa pelayanan, dan wisata, sebagai upaya mengoptimalkan potensi Desa Sanggang serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
VISI & MISI
VISI
MENJADI LEMBAGA EKONOMI DESA YANG PROFESIONAL, MANDIRI, DAN INOVATIF DALAM MENGELOLA POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA SANGGANG
MISI

MENGELOLA DAN MENGEMBANGKAN UNIT-UNIT USAHA DESA YANG POTENSIAL DAN BERKELANJUTAN, SEPERTI LAYANAN FOTOKOPI, BRI LINK, SERTA SEKTOR EKONOMI LAINNYA YANG MENDUKUNG KEBUTUHAN MASYARAKAT
MENDORONG PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KEMITRAAN DAN PELATIHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) YANG BERBASIS PADA POTENSI LOKAL DESA SANGGANG


MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADES) MELALUI PENGELOLAAN USAHA SECARA TRANSPARAN, PROFESIONAL, DAN AKUNTABEL
MENDUKUNG DIGITALISASI DAN INOVASI LAYANAN DESA, KHUSUSNYA DALAM BIDANG JASA KEUANGAN DAN INFORMASI, UNTUK MEMPERCEPAT PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT


MENJADI MOTOR PENGGERAK PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DAN SUMBER DAYA ALAM DESA SECARA BERKELANJUTAN DAN RAMAH LINGKUNGAN
Struktur Organisasi

Produk UMKM

LEGONDO
Legondo hadir sebagai UMKM khas Desa Sanggang, Sukoharjo, berbahan dasar beras ketan dan kelapa parut yang dibungkus daun janur, menghadirkan cita rasa khas daerah dengan olahan tradisional yang digemari berbagai kalangan. Legondo terus menjaga kualitas dan keaslian rasa dalam setiap produknya.

MEBEL
Mebel merupakan UMKM di Desa Sanggang yang berfokus pada kerajinan furnitur rumah dengan kualitas terjamin dan desain fungsional. Usaha ini menghadirkan produk kayu yang kokoh dan elegan untuk melengkapi kebutuhan interior rumah Anda.

TEMPE
Tempe merupakan produk UMKM di Desa Sanggang, berbahan dasar kedelai pilihan yang diolah secara tradisional dan dibungkus menggunakan daun jati serta daun pisang. Proses fermentasi menggunakan laru alami tanpa bahan kimia tambahan, menghasilkan tempe dengan cita rasa dan aroma khas yang digemari berbagai kalangan.

ARANG
Arang merupakan produk UMKM di Desa Sanggang yang dihasilkan oleh para petani arang dari bahan baku kayu keras seperti mahoni, sonokeling, dan kasia, maupun limbah kayu glondongan yang diolah menjadi arang berkualitas dengan daya bakar yang baik dan tahan lama. Usaha ini menghadirkan arang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga maupun industri kecil.

TAPE
Tape hadir sebagai UMKM khas Desa Sanggang, berbahan dasar singkong pilihan yang difermentasi dengan cita rasa tradisional yang tetap terjaga. Usaha ini menghadirkan tape olahan yang manis, segar, dan menjadi pilihan camilan lokal turun-temurun.

BOLU TIWUL
Bolu Tiwul hadir sebagai UMKM kuliner khas Sukoharjo dengan inovasi kue bolu berbahan dasar tiwul yang unik dan lezat. Usaha ini memadukan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern, menjadikannya camilan istimewa untuk segala momen.

SOTO SAPI
Soto Sapi hadir sebagai kuliner khas Sukoharjo dengan cita rasa gurih dan segar dari kuah rempah pilihan. Usaha kuliner ini telah menjadi pilihan favorit pecinta soto di berbagai kalangan.

COOKIES AND BROWNIES
Cookies and Brownies hadir sebagai UMKM kuliner yang menghadirkan aneka kue kering dan brownies lembut dengan cita rasa manis pas di lidah. Dikelola oleh Ibu Ika, usaha ini menjadi pilihan tepat untuk camilan sehari-hari maupun hidangan spesial.

TELUR ASIN
Telur asin merupakan produk UMKM di Desa Sanggang, berbahan dasar telur bebek yang diolah hingga menghasilkan cita rasa gurih dan asin yang sesuai. Usaha ini menghadirkan telur asin yang berkualitas.

GETUK CENIL
Getuk cenil hadir sebagai UMKM khas Desa Sanggang, berbahan dasar singkong yang diolah menjadi cemilan kenyal. Usaha ini menghadirkan makanan dengan perpaduan tekstur kenyal dan rasa singkong yang unik.

SAGON
Sagon merupakan produk UMKM di Desa Sanggang, berbahan dasar ketan dan kelapa yang dipanggang hingga menghasilkan camilan yang gurih.

BAKSO
Bakso menjadi salah satu kuliner favorit di Sukoharjo. Usaha ini dikenal dengan cita rasa bakso yang berdaging, gurih, kenyal, dan selalu disajikan saat hangat sehingga digemari oleh berbagai kalangan.
Untuk informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan produk, silakan pindai QR Code berikut untuk melihat daftar kontak WhatsApp seluruh pelaku UMKM Desa Sanggang.

WISATA DESA

EMBUNG CERME
Embung Cerme merupakan wisata alam di Desa Sanggang yang menawarkan pemandangan embung, perkebunan buah, dan suasana pedesaan yang asri. Tempat ini cocok untuk bersantai, berfoto, dan menikmati keindahan alam.

GREENHOUSE MELON
Greenhouse Melon merupakan kawasan budidaya melon yang dikembangkan sebagai sarana pertanian modern dan edukasi. Pengunjung dapat mengenal proses budidaya sekaligus melihat tanaman melon secara langsung.

SENDANG MBAH PUTIH
Sendang Mbah Putih adalah mata air bersejarah yang hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih. Tempat ini juga memiliki nilai budaya dan tradisi yang masih dilestarikan.

SENDANG MBAH DOLAH
Sendang Mbah Dolah merupakan mata air yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Desa Sanggang. Selain dimanfaatkan dalam kegiatan adat, sendang ini dikenal sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

SENDANG LOR BALONG
Sendang Lor Balong adalah mata air alami di Dukuh Wates yang masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat. Suasana yang asri menjadikan lokasi ini sebagai salah satu potensi wisata budaya Desa Sanggang.
KETAHANAN PANGAN
OMAH SEMAI
Omah Semai merupakan fasilitas pembibitan tanaman yang dikelola BUMDes Argaloka untuk menghasilkan bibit yang sehat dan berkualitas. Program ini mendukung kegiatan budidaya sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Menghasilkan bibit tanaman yang sehat dan berkualitas
Meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya tanaman
Mendukung program ketahanan pangan desa
Menjadi sarana edukasi mengenai teknik penyemaian
Mendorong pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pertanian
OMAH JAMUR
Omah Jamur merupakan program budidaya jamur yang dikelola BUMDes Argaloka sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Sanggang.
Menambah variasi sumber pangan bergizi bagi masyarakat
Meningkatkan nilai ekonomi melalui hasil budidaya jamur
Membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan di desa
Menjadi sarana edukasi budidaya jamur bagi masyarakat
Mendukung pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan
GALERI
BERITA & KEGIATAN
BUMDES ARGALOKA PERKUAT TATA KELOLA MELALUI DIGITALISASI DAN STANDARISASI

5 Agustus 2026 – Sebagai upaya mendukung pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang lebih modern .....
PENERANGAN TENAGA SURYA HADIR DI EMBUNG CERME, TINGKATKAN KEAMANAN DAN DAYA TARIK WISATA

5 Agustus 2026 – Kawasan Wisata Embung Cerme, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo kini memiliki .....
DESA SANGGANG IKUTI PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

4 Agustus 2026 – Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo mengikuti rangkaian penilaian Program Kampung Iklim (ProKlim) .....
PODCAST SANGGANG BERCERITA HADIR SEBAGAI INOVASI DIGITAL UNTUK MENGANGKAT POTENSI DESA SANGGANG

2 Agustus 2026 - Desa Sanggang kini memiliki media baru untuk menyuarakan cerita masyarakat dan memperkenalkan .....
EMBUNG CERME HADIR DENGAN FASILITAS DAN LAYANAN WISATA YANG LEBIH INFORMATIF, NYAMAN, DAN EDUKATIF

1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) .....
MAHASISWA KKN-PPM UGM HADIRKAN ANODE, ALAT PINTAR PEMANTAU PH DAN NUTRISI HIDROPONIK

27 Juli 2026 — Mahasiswa KKN-PPM UGM 2026 berhasil mengembangkan sebuah inovasi teknologi pertanian berupa .....
DETAIL BERITA
MAHASISWA KKN-PPM UGM HADIRKAN ANODE, ALAT PINTAR PEMANTAU PH DAN NUTRISI HIDROPONIK

27 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 menghadirkan inovasi teknologi di bidang pertanian melalui pengembangan ANODE (Automatic Nutrition & Water Detector), sebuah alat pemantau kualitas air hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini diterapkan pada greenhouse hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT) milik BUMDes Argaloka, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo sebagai upaya mendukung modernisasi sektor pertanian desa.Pengembangan ANODE dilatarbelakangi oleh proses pemantauan kualitas air pada sistem hidroponik yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Pengelola greenhouse harus memeriksa kondisi larutan nutrisi secara rutin menggunakan alat ukur konvensional untuk mengetahui nilai pH, kadar nutrisi, dan suhu air. Cara tersebut membutuhkan waktu, tenaga, serta ketelitian yang tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan apabila terjadi perubahan kondisi air yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.Melalui ANODE, proses pemantauan tersebut dapat dilakukan secara otomatis dan real-time. Alat ini mampu mengukur tiga parameter utama dalam budidaya hidroponik, yaitu tingkat keasaman (pH), konsentrasi nutrisi atau Total Dissolved Solids (PPM/TDS), serta suhu air. Ketiga parameter tersebut memiliki peran penting dalam menentukan kualitas larutan nutrisi yang akan diserap oleh tanaman.Sebagai bagian dari penerapan teknologi digital, ANODE telah terintegrasi dengan dashboard berbasis web dan aplikasi mobile. Dashboard menampilkan data pengukuran dalam bentuk angka maupun grafik sehingga memudahkan pengguna dalam memantau perubahan kondisi air dari waktu ke waktu. Melalui tampilan tersebut, pengelola dapat mengetahui tren perubahan pH, nutrisi, dan suhu sehingga keputusan untuk melakukan penambahan nutrisi maupun penyesuaian kondisi air dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.Tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau, ANODE juga dilengkapi dengan fitur alarm otomatis yang akan memberikan peringatan apabila salah satu parameter berada di luar batas ideal. Nilai ambang batas dapat disesuaikan dengan jenis tanaman maupun fase pertumbuhannya, sehingga sistem menjadi lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan budidaya. Dengan adanya fitur ini, pengelola dapat segera melakukan tindakan korektif sebelum kondisi tanaman mengalami penurunan akibat kualitas air yang kurang optimal.Mahasiswa pengembang ANODE, Fakih Aulia R, menjelaskan bahwa ide pengembangan alat ini muncul setelah melakukan observasi langsung terhadap aktivitas di greenhouse melon hidroponik BUMDes Argaloka. Menurutnya, sebagian besar proses pemantauan kualitas air masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang cukup banyak setiap harinya.Penerapan ANODE diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan greenhouse hidroponik. Dengan pemantauan yang berlangsung secara terus-menerus, perubahan kondisi larutan nutrisi dapat diketahui lebih cepat sehingga risiko kesalahan dalam pemberian nutrisi maupun keterlambatan penanganan dapat diminimalkan. Selain menghemat waktu dan tenaga, sistem ini juga membantu menjaga kestabilan lingkungan tumbuh tanaman sehingga produktivitas budidaya hidroponik dapat terus ditingkatkan.Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan pertanian presisi (precision agriculture) di tingkat desa. Pemanfaatan sensor, sistem IoT, dan dashboard digital menunjukkan bahwa teknologi modern dapat diterapkan secara sederhana namun tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan data yang diperoleh secara otomatis, proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan budidaya menjadi lebih terukur dan berbasis informasi.Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah alat, pengembangan ANODE merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN-PPM UGM, pemerintah desa, dan BUMDes Argaloka dalam mendukung transformasi digital di sektor pertanian. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan kualitas pengelolaan greenhouse sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pedesaan.Untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai proses kerja alat, mahasiswa juga menyusun video demonstrasi ANODE yang menampilkan proses instalasi, pengoperasian sensor, tampilan dashboard berbasis web, serta pemantauan kondisi pH, nutrisi (PPM/TDS), dan suhu air secara real-time. Video tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat maupun pihak lain yang ingin mengenal lebih jauh penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada budidaya hidroponik. Video demonstrasi dapat disaksikan melalui tautan YouTube berikut:
Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026 tidak hanya menghadirkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa. Diharapkan ANODE dapat menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan di Desa Sanggang.Penulis: Marie Angela Tresna Lakshita (KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Marie Angela Tresna Lakshita
Published by: Valentino Radhitya KPB
DETAIL BERITA
EMBUNG CERME HADIR DENGAN FASILITAS DAN LAYANAN WISATA YANG LEBIH INFORMATIF, NYAMAN, DAN EDUKATIF

1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 melaksanakan serangkaian program pengembangan di kawasan Wisata Embung Cerme, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Berbagai program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan pengunjung, serta mendukung pengelolaan wisata yang lebih informatif, edukatif, dan berkelanjutan.Pada 24 Juli 2026, mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan pemasangan papan informasi wisata, papan penunjuk arah, serta QR Code pendataan pengunjung dan survei kepuasan di kawasan Embung Cerme. Papan informasi dipasang sebagai media untuk memperkenalkan kawasan wisata sekaligus menyampaikan informasi penting kepada pengunjung. Sementara itu, papan penunjuk arah ditempatkan pada beberapa titik strategis untuk memudahkan wisatawan menemukan lokasi Embung Cerme. Kehadiran kedua fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman, tertata, dan informatif, khususnya bagi wisatawan yang baru pertama kali datang.Pada hari yang sama, mahasiswa KKN-PPM UGM juga memperkenalkan sistem pendataan pengunjung dan survei kepuasan berbasis QR Code. Melalui sistem ini, pengunjung cukup memindai QR Code menggunakan HP untuk mengisi formulir digital yang berisi data sederhana, seperti asal daerah dan rentang usia, serta memberikan penilaian terhadap kebersihan, kenyamanan, fasilitas, aksesibilitas, dan pelayanan di kawasan wisata. Selain itu, pengunjung juga dapat menyampaikan kritik dan saran yang nantinya menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan Wisata Embung Cerme.Data yang terkumpul melalui sistem tersebut akan tersimpan secara otomatis sehingga memudahkan pengelola dalam melakukan pendataan jumlah pengunjung, mengetahui karakteristik wisatawan, serta menganalisis tingkat kepuasan pengunjung. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan wisata yang lebih tepat sasaran serta mendukung pengelolaan wisata berbasis data.Selanjutnya, pada 30 Juli 2026, mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan pemasangan tempat sampah terpilah dan poster edukasi keanekaragaman tumbuhan di kawasan Wisata Embung Cerme. Tempat sampah terpilah disediakan untuk mendukung kebersihan lingkungan sekaligus mengajak pengunjung membiasakan diri memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang berserakan serta menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.Selain itu, dipasang pula poster keanekaragaman tumbuhan sebagai media edukasi bagi pengunjung. Poster tersebut memperkenalkan berbagai jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar Embung Cerme beserta manfaatnya bagi lingkungan. Melalui media edukatif ini, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai kekayaan hayati yang dimiliki Desa Sanggang. Dengan demikian, Embung Cerme diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa Sanggang dan pengelola wisata. Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas yang diperlukan di kawasan wisata. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan jenis fasilitas yang dipasang sehingga program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengelola maupun pengunjung.Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada berharap Wisata Embung Cerme dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih nyaman, informatif, bersih, edukatif, dan berbasis data. Penyediaan fasilitas informasi, sistem pendataan digital, sarana kebersihan, dan media edukasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung sekaligus mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-PPM UGM, Pemerintah Desa Sanggang, pengelola wisata, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mengembangkan potensi wisata desa serta meningkatkan daya tarik Embung Cerme sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukoharjo.Penulis: Valentino Radhitya KPB (KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Valentino Radhitya KPB
Published by: Valentino Radhitya KPB
DETAIL BERITA
PODCAST SANGGANG BERCERITA HADIR SEBAGAI INOVASI DIGITAL UNTUK MENGANGKAT POTENSI DESA SANGGANG

2 Agustus 2026 - Desa Sanggang kini memiliki media baru untuk menyuarakan cerita masyarakat dan memperkenalkan potensi lokal melalui podcast bertajuk “Sanggang Bercerita”. Program ini digagas oleh mahasiswa KKN UGM bersama masyarakat desa sebagai ruang dialog kreatif sekaligus dokumentasi digital. Dengan format audio yang mudah diakses, podcast ini diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi hingga ke luar desa. Kehadiran podcast ini juga menjadi langkah inovatif dalam memperkuat identitas budaya dan pariwisata berbasis komunitas.Podcast ini hadir sebagai inovasi komunikasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan informasi. Dengan format audio yang mudah diakses, masyarakat luas dapat mendengar langsung kisah warga, tokoh desa, maupun komunitas lokal. Seperti, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang selama ini aktif menggerakkan pariwisata berbasis komunitas.Episode perdana bertema “Dari Masyarakat untuk Pariwisata” menghadirkan Pak Yadi, Ketua Pokdarwis Sanggang, sebagai narasumber utama. Dalam perbincangan hangat, Pak Yadi berbagi cerita tentang sejarah berdirinya Pokdarwis dan program unggulan yang telah dijalankan. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan potensi desa. Kehadiran beliau memberi perspektif langsung tentang tantangan dan harapan pariwisata Sanggang.Salah satu topik utama yang dibahas adalah Embung Cerme, yang sejak awal menjadi kekuatan pariwisata Desa Sanggang. Embung ini dibangun melalui program CSR Pertamina dan awalnya berfungsi sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian. Seiring waktu, embung juga berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga karena banyak masyarakat berdagang di sekitarnya. Kondisi tersebut menjadikan embung bukan hanya aset fisik, tetapi juga sumber mata pencaharian tambahan bagi warga desa.Namun, belakangan kunjungan ke Embung Cerme mulai menurun sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi Pokdarwis dan masyarakat. Pak Yadi menegaskan bahwa embung harus kembali dihidupkan agar tetap bermanfaat bagi ekonomi dan pariwisata desa. Ia menyampaikan bahwa ada rencana menjadikan embung sebagai destinasi wisata pemancingan untuk menarik kembali pengunjung. Dengan konsep ini, embung diharapkan mampu menghadirkan pengalaman rekreasi baru sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.Tim KKN UGM menambahkan bahwa podcast Sanggang Bercerita diharapkan menjadi arsip digital yang bermanfaat bagi generasi muda. Cerita-cerita lokal yang terdokumentasi akan tetap terjaga dan bisa diakses kapan saja oleh masyarakat luas. Ke depan, podcast ini akan menghadirkan berbagai episode dengan tema beragam, mulai dari budaya, pendidikan, hingga inovasi desa. Podcast Sanggang Bercerita dapat didengarkan melalui platform SoundCloud dengan tautan:
Penulis: Marie Angela Tresna Lakshita (KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Marie Angela Tresna Lakshita
Published by: Valentino Radhitya KPB
DETAIL BERITA
DESA SANGGANG IKUTI PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

4 Agustus 2026 – Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo mengikuti rangkaian penilaian Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis lingkungan. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Sanggang, masyarakat, serta didampingi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Tahun 2026. Keikutsertaan dalam ProKlim menjadi salah satu langkah nyata Desa Sanggang dalam mewujudkan pembangunan desa yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.Pada 28 Juli 2026, dilaksanakan gladi bersih bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo sebagai persiapan menghadapi proses verifikasi ProKlim tingkat provinsi. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh dokumen administrasi, data pendukung, materi presentasi, serta dokumentasi kegiatan telah tersusun dengan baik sebelum dilakukan verifikasi secara daring oleh tim verifikator dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Gladi bersih juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi alur penyampaian materi, kelengkapan data, serta kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penilaian.Selama gladi bersih, dilakukan peninjauan terhadap berbagai program yang menjadi bagian dari penilaian ProKlim, seperti kegiatan pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi lingkungan, program ketahanan pangan, serta berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan di Desa Sanggang. Tim dari DLH Kabupaten Sukoharjo turut memberikan masukan mengenai penyempurnaan materi presentasi, kelengkapan dokumen, dan penyusunan bukti pendukung agar proses verifikasi dapat berjalan dengan lancar.Selanjutnya, pada 29 Juli 2026, Pemerintah Desa Sanggang mengikuti verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) secara daring (online) bersama tim verifikator Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Verifikasi ini merupakan tahapan penting untuk menilai kesesuaian antara data yang telah diajukan dengan pelaksanaan program di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sanggang mempresentasikan berbagai program lingkungan yang telah dijalankan, disertai dokumentasi kegiatan, data administrasi, serta penjelasan mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan masyarakat dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.Selama proses verifikasi daring, tim verifikator melakukan penelaahan terhadap berbagai program yang telah dipaparkan, meliputi pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya alam, pengembangan ketahanan pangan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Selain meninjau dokumen dan dokumentasi, tim verifikator juga memberikan pertanyaan, masukan, dan klarifikasi terhadap beberapa program sebagai bagian dari proses penilaian untuk memastikan data yang disampaikan sesuai dengan kondisi yang telah dilaksanakan di Desa Sanggang.Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari membantu penyusunan dokumen pendukung, mendokumentasikan kegiatan, hingga mendampingi Pemerintah Desa Sanggang selama proses gladi bersih dan verifikasi berlangsung. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.Keikutsertaan Desa Sanggang dalam Program Kampung Iklim menjadi salah satu bentuk komitmen desa dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berbagai program yang telah dijalankan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi pondasi bagi pembangunan desa yang berwawasan lingkungan di masa mendatang.Melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Sanggang, masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, serta mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada, diharapkan Desa Sanggang dapat terus mengembangkan berbagai inovasi lingkungan dan mempertahankan program-program yang telah berjalan sehingga mampu menjadi contoh desa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.Penulis: Valentino Radhitya KPB (KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Valentino Radhitya KPB
Published by: Valentino Radhitya KPB
DETAIL BERITA
PENERANGAN TENAGA SURYA HADIR DI EMBUNG CERME, TINGKATKAN KEAMANAN DAN DAYA TARIK WISATA

5 Agustus 2026 – Kawasan Wisata Embung Cerme, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo kini memiliki fasilitas penerangan baru melalui pemasangan lampu tenaga surya di beberapa titik strategis. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Sanggang, RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta memperindah kawasan wisata dan akses menuju Embung Cerme.Pada 31 Juli 2026, dilakukan pemasangan awal sebanyak 10 unit lampu tenaga surya. Lampu dipasang di gapura pintu masuk Wisata Embung Cerme serta sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Dukuh Sanggang dengan Dukuh Samin, yang merupakan jalur utama menuju kawasan wisata. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan memberikan penerangan pada akses yang sering dilalui masyarakat maupun wisatawan, terutama saat sore hingga malam hari.Pemanfaatan lampu tenaga surya dipilih karena menggunakan energi matahari sebagai sumber listrik sehingga lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan tidak memerlukan jaringan listrik konvensional. Kehadiran lampu ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang melintasi kawasan tersebut, sekaligus memperkuat kesan pertama ketika memasuki kawasan Wisata Embung Cerme.Setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil pemasangan awal, pada 4 Agustus 2026 dilakukan penyempurnaan instalasi dengan penambahan umpak sebagai pondasi penyangga tiang lampu. Perbaikan ini bertujuan agar tiang lampu lebih kokoh, stabil, dan tahan terhadap kondisi cuaca maupun lingkungan sekitar. Selain meningkatkan kekuatan konstruksi, penggunaan umpak juga membuat tampilan lampu terlihat lebih rapi dan selaras dengan penataan kawasan wisata.Pada tahap yang sama, dilakukan juga penambahan dua unit lampu tenaga surya, sehingga jumlah keseluruhan lampu yang terpasang menjadi 12 unit. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pencahayaan pada beberapa titik yang masih minim penerangan sehingga seluruh jalur menuju Embung Cerme menjadi lebih terang dan nyaman dilalui.Program pemasangan lampu tenaga surya ini terlaksana berkat dukungan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo sebagai mitra dalam pengembangan fasilitas umum di Desa Sanggang. Dukungan tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas sarana publik yang tidak hanya bermanfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi aktivitas masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Pemerintah Desa Sanggang turut berperan aktif dalam proses koordinasi, penentuan lokasi, hingga pelaksanaan pemasangan agar fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Sanggang, RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada, diharapkan fasilitas penerangan ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan, keberadaan lampu tenaga surya juga mempercantik kawasan pintu masuk Embung Cerme serta akses jalan menuju lokasi wisata, sehingga mampu memberikan kesan yang lebih baik bagi setiap pengunjung yang datang.Pemanfaatan energi terbarukan melalui lampu tenaga surya menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengembangan desa yang berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas ini, Embung Cerme diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan menarik, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Desa Sanggang.Penulis: Valentino Radhitya KPB (KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Valentino Radhitya KPB
Published by: Valentino Radhitya KPB
DETAIL BERITA
BUMDES ARGALOKA PERKUAT TATA KELOLA MELALUI DIGITALISASI DAN STANDARISASI

5 Agustus 2026 – Sebagai upaya mendukung pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang lebih modern dan profesional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 melaksanakan kegiatan serah terima Website BUMDes Argaloka, Buku Panduan Pengelolaan Website, serta Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan dan Perawatan Molen BUMDes Argaloka kepada Pemerintah Desa Sanggang dan pengurus BUMDes Argaloka. Valentino Radhitya KPB selaku penanggung jawab (PIC) program dengan dukungan tim KKN-PPM UGM 2026. Melalui program ini, diharapkan BUMDes Argaloka memiliki sarana informasi digital sekaligus pedoman operasional yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Website BUMDes Argaloka dikembangkan sebagai media informasi resmi yang memuat berbagai informasi mengenai profil BUMDes, unit usaha, produk UMKM, potensi wisata Desa Sanggang, program ketahanan pangan, galeri, berita dan kegiatan, produk hukum, hingga informasi kontak. Website ini dibangun menggunakan platform Carrd.co dengan tampilan yang sederhana, responsif, dan mudah dikelola sehingga administrator BUMDes dapat memperbarui informasi secara mandiri tanpa memerlukan kemampuan pemrograman. Kehadiran website diharapkan mampu memperluas promosi potensi desa, meningkatkan akses informasi kepada masyarakat, serta menjadi media komunikasi yang efektif antara BUMDes dan masyarakat.Sebagai pendukung keberlanjutan pengelolaan website, turut disusun Buku Panduan Pengelolaan Website BUMDes Argaloka. Buku panduan tersebut disusun sebagai acuan bagi administrator dalam mengoperasikan dan memperbarui website secara berkala. Materi yang disajikan meliputi pengenalan struktur website, fungsi setiap menu, langkah-langkah memperbarui konten melalui editor Carrd.co, proses publikasi perubahan, hingga pemeriksaan rutin terhadap tautan, QR Code, dokumen, dan berbagai fitur lainnya. Selain itu, buku panduan juga dilengkapi dengan solusi penanganan berbagai kendala yang mungkin ditemui saat pengelolaan website sehingga administrator dapat melakukan pemeliharaan secara mandiri.Selain pengembangan media informasi digital, program ini juga menghasilkan Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan dan Perawatan Molen BUMDes Argaloka sebagai pedoman dalam pengelolaan salah satu aset produktif milik BUMDes. SOP tersebut mengatur prosedur penyewaan molen, pemeriksaan kondisi alat sebelum dan sesudah digunakan, pencatatan riwayat penggunaan, jadwal perawatan berkala, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi kerusakan. Penyusunan SOP bertujuan menciptakan sistem pengelolaan aset yang lebih tertib, meningkatkan keselamatan penggunaan alat, memperpanjang umur pakai mesin, serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat yang memanfaatkan jasa penyewaan molen.Melalui pengembangan website beserta penyusunan buku panduan dan SOP, diharapkan BUMDes Argaloka memiliki sistem pengelolaan yang semakin tertata, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi layanan informasi dan standarisasi pengelolaan aset menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak perekonomian Desa Sanggang. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Desa Sanggang, dan BUMDes Argaloka diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menjadi pondasi bagi pengembangan BUMDes yang lebih inovatif di masa mendatang.Penulis: Valentino Radhitya KPB (KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Valentino Radhitya KPB
Published by: Valentino Radhitya KPB






